Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi dari LAM Riau ini pesan Kapolri

DAERAH197 Dilihat

MediaKabarNusamtara.com – Pekanbaru    Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu  (), dalam sebuah prosesi adat yang khidmat di Balai Adat , Jalan Diponegoro, , Sabtu (12/7/2025).

Dalam prosesi adat tersebut,  dikenakan tanjak sebagai tanda kehormatan, selempang yang menyimbolkan keagungan dan , keris sebagai simbol kekuatan, serta kalung pingat sebagai pengikat persaudaraan.

Puncak prosesi ditandai dengan tepuk tepung tawar, yakni ritual adat berupa percikan air dan dedaunan sebagai lambang harapan, doa keselamatan, dan kebijaksanaan.

 Dewan Pimpinan Harian (DPH)  Seri  menjelaskan,  ini adalah bentuk penghormatan mendalam terhadap nilai budi yang menjadi inti dari  Melayu.

“Ingatan budi bukan sekadar memori, tetapi kesadaran moral yang melahirkan empati, penghargaan, dan perilaku terpuji. Ini adalah nilai dasar peradaban yang menjadi jati diri  Melayu,” ujar  Taufik.

Dalam amanahnya,  Taufik menegaskan selain sebagai penghormatan,  ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar  dalam menjaga keamanan dan ketertiban di , termasuk di bumi Melayu .

Menurutnya,  telah banyak menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk negeri ini, khususnya di , melalui    dan lahan, pendekatan penegakan  yang humanis, serta kebijakan strategis yang dieksekusi secara presisi oleh jajaran Polda .

 Taufik juga secara khusus memuji  Irjen Herry Heryawan, yang dinilainya telah menerjemahkan kebijakan  secara tepat dan efektif.

 adalah figur pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas dengan tegas, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan. Ia menjadi wajah  yang bersahabat dan solutif di tengah  Melayu ,” katanya.

Dalam sambutannya,  menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas  tersebut. Ia memaknainya sebagai bentuk  moral, sekaligus pengingat agar pengabdian  tetap berpijak pada nilai-nilai luhur dan keikhlasan.

 ini adalah pengingat bahwa setiap langkah pengabdian harus berakar pada budi dan nilai-nilai luhur. Ini akan menumbuhkan kebaikan yang dikenang dan dirasakan oleh ,” kata  Sigit.

Ia juga menekankan pentingnya peran  dalam menjaga identitas bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti  geopolitik, krisis iklim, dan disrupsi teknologi.

“Nilai  Melayu adalah jangkar peradaban dan arah moral bangsa.  telah menjadi penjaga nilai itu, dan saya berharap terus menjadi  terdepan dalam merawat toleransi, kerukunan, dan gotong royong,” tegasnya.

 menyerukan sinergi seluruh elemen  untuk menyukseskan agenda pembangunan nasional dan menjaga persatuan menuju  Emas 2045.

“Bangsa kita adalah bangsa yang beragam. Tapi dalam keberagaman itu kita satu kehendak, yaitu hidup rukun sebagai  besar untuk mencapai cita-cita bersama. Persatuan adalah kekuatan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur   dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran  dan menegaskan bahwasanya penganugerahan ini mencerminkan hubungan erat antara institusi negara dan kearifan lokal.

“Penghormatan adat kepada  adalah cermin bahwa adat dan negara dapat berjalan seiring dalam menjaga kehormatan, keamanan, dan kedamaian bumi Melayu,” ujar Gubernur Wahid.

 menutup sambutannya dengan pantun adat yang menggambarkan rasa terima  dan penghargaan atas penghormatan yang diberikan.

 akan jadi ingatan. Takkan lapuk ditelan masa,” ucap .

Dalam prosesi itu, sejumlah tamu undangan nampak hadir, seperi    , sejumlah  utama , dan jajaran PJU Polda .(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *