Tamanuri Nahkodai Forum Purnabhakti Kepala Daerah Lampung

DAERAH92 Dilihat

Mereka resmi membentuk Forum Purnabhakti Kepala Daerah (FPKD), yang tak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga tempat bertukar gagasan demi kemajuan Lampung.

Pertemuan perdana forum ini digelar hangat di Rumah Makan Begadang Resto, Bandarlampung, Jumat (1/8/2025), dan menghasilkan sejumlah keputusan penting. Di antaranya, menunjuk Tamanuri—mantan Bupati Way Kanan dua periode (2005–2015)—sebagai ketua forum.

Dalam sambutannya, Tamanuri menegaskan bahwa meski tak lagi menjabat, para purnabhakti kepala daerah tetap menyimpan energi, pengalaman, dan visi yang berharga untuk daerah.

“Sering kali, ide-ide visioner justru muncul setelah kita tidak lagi menjabat. Forum ini menjadi ruang untuk menyuarakan itu, serta mendorong lahirnya perubahan-perubahan positif di pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa kapasitas kepemimpinan para anggota FPKD bukanlah hal yang perlu diragukan.

“Kami ini pernah memimpin daerah. Tentu punya bekal pengalaman, kecerdasan, dan visi yang masih bisa terus memberi manfaat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Tursandi, mantan Sekretaris Wakil Presiden RI yang juga pernah menjadi Penjabat (Pj) Gubernur di lima provinsi.

Menurutnya, FPKD bukan hanya ajang reuni para tokoh, tapi juga bisa menjadi penyeimbang pembangunan daerah.

“Forum ini menjadi kanal untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam pembangunan sosial kemasyarakatan yang mungkin luput dari perhatian pemerintah,” katanya. Saat ini, Tursandi tercatat sebagai Ketua Lampung Golf Club.

Sementara itu, Wendi Melfa mengungkapkan bahwa legalitas forum tengah dipersiapkan melalui pembentukan badan hukum. Tim formatur juga telah dibentuk dan langsung dipimpin oleh Tamanuri selaku ketua.

Berikut susunan kepengurusan sementara Forum Purnabhakti Kepala Daerah (FPKD) Provinsi Lampung:

Ketua: Tamanuri

Wakil Ketua: Abdulrahman Sarbini

Wakil Ketua: Bustami

Sekretaris: Wendi Melfa

Wakil Sekretaris: Noverisman Subing

Bendahara: Kherlani

FPKD diharapkan dapat menjadi kekuatan moral, mitra kritis, sekaligus inspirator pembangunan yang mampu memberi warna baru dalam pembangunan Provinsi Lampung—dengan pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan berbasis pada pengalaman panjang para anggotanya di dunia pemerintahan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *