Tercium Aroma Penyimpangan Dana Bos Yang Dilakukan Oleh Oknum Kuasa Pengguna Anggaran  ‎

Uncategorized15 Dilihat

MediaKabarNusantara.Com – Bangkalan – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMKN 1 BANGKALAN tahun 2025 sebesar Rp 1.853.790.000 disinyalir syarat penyimpangan, mulai dari jumlah belanja sampai nominal angka pada komponen penyaluran.

‎Menurut informasi data dana BOS SMKN 1 BANGKALAN, untuk jumlah belanja pada beberapa komponen yang masih memakai satuan rupiah selama 1 Tahun adalah:

‎Tahap 1 tahun 2025 sebesar Rp 926.895.000

‎a. pengembangan perpustakaan Rp 56.000.000

‎b. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 96.631.200

‎c. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 32.450.000

‎d. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 169.982.000

‎e. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 156.700.000

‎f. pembayaran honor ‎Rp 224.825.000

‎Tahap 2 tahun 2025 sebesar Rp 926.895.000

‎a. pengembangan perpustakaan Rp 129.379.000

‎b. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 170.840.000

‎c. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 9.066.300

‎d. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 186.700.200

‎e. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 49.150.000

‎f. pembayaran honor Rp 190.200.000

‎Untuk realisasi pada beberapa komponen yang dianggarkan oleh SMKN 1 BANGKALAN, hanya disinyalir modus oknum kuasa pengguna anggaran bersama beberapa stafnya.

‎Pada saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp Tanggal 9 Maret 2026, Kepala SMKN 1 BANGKALAN Nur Hazizah membalas pesan, “Mohon izin kami mengampaikan bahwa kami sudah di audit BPK mas”

‎Kepada aparat penegak hukum dan dinas terkait agar segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan dana bos yang terjadi di SMKN 1 BANGKALAN, agar virus serupa tidak menyebar ke sekolah lain.

‎(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *