Kepala Kampung Payung Batu Keluhkan Program Pembangunan Tinggalkan Utang

Uncategorized31 Dilihat

MediaKabarNusantara.Com – Lampung Tengah – Kepala Kampung Payung Batu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Saipul, mengungkapkan keluh kesahnya terhadap kebijakan pembangunan dari pemerintah pusat hingga daerah yang dinilai membebani keuangan kampung.

Menurut Saipul, setiap pelaksanaan program pembangunan di Kampung Payung Batu kerap menyisakan utang piutang. Hal ini terjadi karena anggaran yang tersedia tidak selalu mencukupi untuk menutup seluruh kebutuhan kegiatan di lapangan.

“Setiap ada pembangunan, kami di kampung sering kali harus menutup kekurangan biaya terlebih dahulu. Akibatnya, muncul utang yang harus kami tanggung,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menjadi persoalan berulang yang hingga kini belum mendapatkan solusi yang jelas dari pemerintah terkait.

Selain beban anggaran, Saipul juga menyoroti keterbatasan dalam pengadaan material pembangunan. Ia menyebut, pihak kampung tidak memiliki kebebasan dalam menentukan jenis maupun merek bahan bangunan, seperti semen.

“Untuk material seperti semen, kami harus menggunakan yang sudah tersedia di toko tertentu. Kami tidak bisa menentukan sendiri kualitas atau merek yang ingin digunakan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas pembangunan serta efisiensi anggaran di tingkat kampung.

Di sisi lain, Saipul juga menyoroti adanya tambahan kewajiban penganggaran untuk koperasi desa yang dinilai semakin memperberat kondisi keuangan kampung.

“Sekarang ada lagi kewajiban anggaran untuk koperasi desa. Ini tentu menambah beban, sementara kemampuan anggaran kami terbatas,” tambahnya.

Saipul berharap pemerintah, baik di tingkat pusat maupun kabupaten, dapat melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada. Ia meminta agar perencanaan pembangunan disesuaikan dengan kondisi riil keuangan kampung, sehingga tidak menimbulkan utang di kemudian hari.

“Harapan kami, ke depan ada perhatian lebih terhadap kondisi kampung. Jangan sampai pembangunan justru meninggalkan masalah baru,” pungkasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *